Kamis, 03 Juli 2014

Pemilu, Opini, dan Persahabatan

Jadi begini kisahnya, di suatu daerah, hiduplah 2 Orang Sahabat, sebut saja Epul dan Ucup, mereka berteman sejak bangku sekolah, tetapi sekarang mereka terpisah karena berbeda tempat melanjutkan pendidikan yang jaraknya lumayan jauh, tapi mereka tetap berkomunikasi melalui social media.
Mereka berdua di pemilu presiden 2014 kali akan menggunakan hak pilihnya, keduanya sudah mempunyai kandidat favorit masing masing, dan seperti kebanyakan orang lain tentunya, mereka menyuarakan dukungan mereka salah satunya di social media, update tentang kandidat pilihan mereka, kenapa mereka mendukung kandidat tsb, prestasi, kehidupan dan kenapa orang harus mendukung kandidat pilihan mereka tersebut, begitulah, berjalan seperti itu, sampai suatu ketika, Epul jadi merasa aneh dan cukup resah dengan aktivitas Ucup melalui social media yang meng-share link yang mengakses beberapa halaman web yang berisi opini opini yang berlebihan dengan tidak adanya fakta dan malah mengarah ke fitnah terhadap salahsatu kandidat.
Epul berniat menegur dan memberi tahu Ucup tentang aktivitasnya di social media yang bisa dibilang salah dan menyebar fitnah, kira kira beginilah percakapan mereka melaui akun socmed mereka
Epul : wah, cup, hati hati loh cup share HOAX gituan
Ucup : hah, maksudnya gimana? HOAX yang mana?
Epul : itu loh halaman web yang kamu share, itu isinya berita berita ga jelas dan fitnah gitu
Ucup : hah, fitnah gimana, kamu tahu gak, ternyata Si Pak Itu orangnya ga jelas,      agamanya ga jelas dan dia keturunan asing
Epul : woy, kalo kamu menuduh nuduh dan fitnah sembarangan tanpa fakta fakta    yang jelas berarti kamu black campaign tuh
Ucup : ga jelas gimana, liat lagi halaman web yang aku share, jelas gitu
Epul : jelas gimana, itu bukan halaman web dari media yang berintergritas dan terpercaya, Isinya opini yang dilebih lebihkan, data datanya ga jelas
Ucup : wah, kamu pendukungnya Si Pak Itu ya, gimana sih, dia orangnya ga jelas    lhoo
Epul : Ya aku ga percaya lah, yang kamu share itu Opini yang berlebihan dari    penulisnya dan malah jadi Fitnah, ga boleh
Ucup : wah, kamu ngebelain Pak Itu ya, gampang banget kena tipu orang kayak   gitu
Epul : bukan gitu, aku pengen meluruskan, yang kamu lakukan itu ikut menyebar fitnah terhadap kandidat lain untuk meninggikan Pak Anu yang kamu   dukung
Ucup : loh, ga boleh ya ngomongin kekurangan Kandidat lain?
Epul : boleh aja, menggkritik pun boleh, tapi yang kamu lakukan ga di konteks itu, kamu malah nyebarin isu isu yang ga bisa dipertanggung jawab-in    kebenarannya
Ucup : hah, fitnah? Kamu masih aja nge-bela Pak Itu yang ga jelas gitu
Epul : loh, kan aku bermaksud meluruskan, kalo kamu ngomongin fakta yang jelas, aku bakal percaya, dan akan lebih baik kalo lebih ngomngin hal hal positif dari Pak Anu yang kamu dukung, bukan ikut share fitnah terhadap kandidat lain
Ucup : hah, apaan sih, ternyata kamu memang sudah rusak, mudah banget kamu dirusak sama pemikiran pemikiran kelompok Pak Itu
Epul : loh, apaan sih, aku kan ngingetin supaya kamu sebaiknya ga nyebarin fitnah gituan
Ucup : ah, kamu ini emang udah Rusak, kamu yang Salah
...............................
Kurang lebih begitulah percakapan yang mereka lakukan, niat baik Epul untuk sekedar meluruskan ditolak mentah mentah oleh Ucup, yang kemudian Ucup juga malah ikut menuduh Epul macam macam, hal ini tentunya tidak akan terjadi kalau Ucup menanggapi niat baik Epul untuk meluruskan dan Ucup bisa membahas hal hal yang lebih ke Diskusi dan Tukar Pendapat Politik yang Bersih, bukan dengan Isu isu yang tidak jelas.
Dan karena sikap Ucup yang seperti itu malah menyebabkan renggang nya hubungan persahabatan mereka, yang dialami Epul dan Ucup diatas sebenarnya adalah Kisah yang tidak jauh beda dari Realita yang terjadi menjelang pemilu kali ini, karena berbeda pendapat, dan kurang ada nya rasa menghargai perbedaan pendapat, berdampak juga ke hubungan pertemanan dan persahabatan yang merenggang.
Akan lebih baik kalau kita saling menghargai perbedaan pendapat, dan berdiskusi politik yang sehat dengan pikiran terbuka, dan tidak keluar dari konteks seperti isu isu yang cenderung mengarah ke fitnah seperti itu, dan yang penting tentunya perbedaan pilihan dan pendapat jangan sampai merusak hubungan kita dengan teman, sahabat dan kerabat, Ya tentunya buruk sekali kalau hubungan persahabatan kita dengan teman teman yang sudah lama terjalin malah jadi terpecah karena pemilu ini.

Please Guys, jangan sampai terjadi perpecahan di antara kita karena pemilu ini.

#GenerasiOptimis

aliflostfat
alif.abdulaziz13@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar